BEKERJA DENGAN HATI DAN PIKIRAN

 

Oleh
Drs. Palwo Adji, M.Pd.

 

A. Latar Belakang
Hasil PPD – Yayasan PSAK belum sesuai dengan harapan. Hal demikian dikarenakan citra lembaga meningkat tidak secepat competitor. Sedangkan perbaikan keadaan terus diupayakan, seperti faktor fisik, faktor kinerja, faktor komunikasi dengan masyarakat terus-menerus diupayakan meningkat.

Sekuat apapun kita mengkomunikasikan tentang PSAK kepada masyarakat kalau pelayanan kita tidak memikat, tentunya kepercayaan itu tidak akan diberikan. Pelayanan yang menjawab kebutuhan masyarakat menjadi faktor pembicaraan kami.

B. Bekerja Dengan Hati dan Pikiran

Kita bekerja menghasilkan produk berupa jasa pelayanan pendidikan. Mendidik bermakna mendampingi orang lain menuju ke pendewasaaan dalam arti hidup secara mandiri dan bersinergi.

Fungsi utama guru sebagai pendidik siswa bukan sekedar mengajar dalam arti menginternalisasikan bahan ajar. Dalam menjalankan fungsinya guru seharusnya mengenal setiap siswa yang didampingi, dalam hal mengetahui – spirit hidupnya, nilai-nilai yang dianutnya dalam menjalani hidup dan kecakapan guna menjalai kehidupannya. Kecakapan siswa guna menjalani kehidupan; standar pelayanan minimalnya sudah didesain oleh sistim pendidikan nasional; Hal yang demikian pada umumnya sudah diupayakan oleh guru secara optimal melalui sistim yang ada yang perlu dipertanyakan apakah guru dalam menjalankan tugas sudah memberikan seluruh hari dan pikirannya untuk mendukung kualitas pelayanan dalam menghasilkan produk jasa pendidikan.

1. Bekerja dengan hati

Akhir-akhir ini orang mulai beralih fokus dari berpikir dengan otak kiri dan kanan (yang saya definisikan bekerja dengan pikiran) menuju ke berfikir dengan otak tengah (yang saya definisikan bekerja dengan hati). Di dalam hati terdapat dua bilik yakni bilik spiritual dan bilik moral.

Spiritualitas kinerja seseorang memberi alasan seberapa banyak energi yang harus dialirkan untuk bekerja keras agar tujuan kerja tercapai. Spiritual kinerja Kristen di dasari keyakinan-keyakinan antara lain: “carilah kerajaan sorga dan kebenarannya maka semua akan dicukupkan bagimu”; Hal kerajaan sorga adalah permasalahan iman “iman, pengharapan dan kasih; dan kasih adalah hal yang utama”; Hal kebenaran adalah hal kasih dengan ajaran-ajaran seperti: “jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, kalahkan kejahatan dengan kasih”.; “Bekerjalah dengan tekun seperti petani, tanpa pamrih seperti pejuang di medan perang, professional seperti atlit dalam menghadapi lomba”. “Yakinlah bahwa Tuhan mampu merubah rancangan malapetaka yang dirancang orang lain menjadi rancangan damai sejahtera bagi kami sebab Tuhan menyediakan rancangan damai sejahtera bagi orang yang mengasihi Allah”. Keyakinan-keyakinan kita seperti hal-hal di atas akan menyelamatkan kita atau dengan kata lain “Imanmu yang menyelamatkanmu”.

Hal moral telah banyak dibahas dalam buku etika kerja Kristen dan kita dapat belajar banyak dari situ. Fokus bicara kami berikut ini adalah adanya hukum alam atau hukum di dunia yang diberlakukan oleh sang pencipta dunia ini. Hukum itu adalah hukum kasih.

Perhatikan ilustrasi berikut ini: ada seorang Kristen yang hidup saleh, murah hati sehingga pada waktu meninggal ia yakin pasti masuk sorga. Namun apa yang terjadi?; pada saat dia menghadap Tuhan, Tuhan berfirman enyahlah dari hadapan-Ku orang bebal, sebab: waktu aku lapar kamu tidak memberi aku makan, waktu aku telanjang kamu tidak memberi aku pakaian, dan waktu aku haus kamu tidak memberi aku minum. Jawab orang itu: kapan itu Tuhan?; Jawab Tuhan: waktu di lingkungan kerja kamu tidak bekerja seperti yang aku inginkan yakni tekun seperti petani, tanpa pamrih seperti pejuang di medan perang, professional seperti atlit yang akan menghadapi lomba. Sehingga enyahlah dari hadapan-Ku.

Bapak/Ibu guru yang terkasih kita harus peduli terhadap nasib teman-teman sekerja kita. Kita harus peduli dengan masa depan anak-anak didik kita dan bentuk kepedulian kita wujudkan dengan kerja keras berdasarkan pada spiritual dan moral kerja.

Melihat gaji rendah dan tunjangan hari tua rendah serta kemampuan daya dukung keuangan rendah, Yayasan PSAK terus berjuang untuk meningkatkan. Bapak/Ibu guru telah melihat dan merasakan hasil perjuangan Pengurus Yayasan PSAK.

Saya sebagai guru melihat banyak peluang untuk bekerja keras meningkatkan mutu pelayanan. Saat saya mengajar ada kebiasaaan kecil siswa yang perlu saya perjuangkan untuk diubah dan itu prinsip seperti: saat saya mengajar perhatian anak sering beralih ke bicara bisik-bisik dengan sesama teman, merenung dengan pandangan kosong, main-main dengan HP, dan lain sebagainya. Dari pendalaman masalah ternyata anak tidak faham dengan kata-kata yang saya rangkai menjadi satu prinsip yang harus terinternalisasi. Pada saat saya berbicara menggunakan kata variable, kata lebih besar/lebih kecil, kata negative/positif, ternyata kata-kata itu tidak dikenal dengan betul oleh siswa. Sehingga saat saya menjelaskan cara menyelesaikan pertidaksamaan x2 – x – 6 > 0 anak tidak menyambung sama sekali. Sehingga saya harus berhenti sejenak mengajar berdasarkan RPP dan merancang pembelajaran baru, yakni pembelajaran klinik. Demikian juga dengan tidak jenuh-jenuh melakukan control terhadap kualitas KBM dari dalam kelas dikaitkan dengan tingkat kesungguhan siswa belajar dengan hati dan pikiran termasuk kendala pribadi siswa yang perlu diberi jalan keluarnya.

2. Bekerja dengan pikiran

Jabatan guru adalah jabatan profesi. Jadi guru harus bekerja secara professional. Agar dapat bekerja secara professional banyak buku yang memberi pertimbangan untuk itu. Dalam tulisan ini kami akan focus pada cara mengaktifkan otak kiri dan otak kanan sesuai dengan cirri khas sekolah kita. Otak kiri adalah otak yang bekerja secara teratur, logis dan sistematis; otak ini bekerja dengan memperhatikan aturan-aturan dan hukum-hukum yang jelas.

Otak kanan adalah otak yang bekerja secara acak; otak ini berfungsi memberi makna terhadap data dan fakta yang ada; otak ini bekerja secara intuisi dan reflek. Sering cara kerja otak ini secara liar dan tidak terkendali.

a. Bekerja dengan otak kiri yang penuh kasih

Di dunia ini ada hokum gigi ganti gigi dan tulang ganti tulang, atau kekerasan harus dihentikan dengan kekerasan.

Perhatikan contoh berikut:

Seorang Ibu melihat anaknya malas belajar dan nilai raportnya jelek; menasehatinya dengan nasihat: “Nak, rajinlah belajar seperti adikmu agar dapat ranking satu seperti dia” .

Kakak merasa dibandingkan dengan adiknya (kekerasan 1). Sang kakak menjadi benci dan sering buat masalah dengan sang adik (kekerasan 2). Ibu melihat perlakuan kakak yang semakin tidak dapat diterima terhadap adiknya, marah “kamu dengan adiknya tidak melindungi malah memusuhi, memang kamu anak yang tidak tau diuntung” (kekerasan 3).

Kakan merasakan perlakuan Ibu yang tidak adil marah dengan ungkapan: “Ibu terhadap saya selalu menyalahkan, apa saya ini anak tiri?” (kekerasan 4).

Perhatikan seluruh kekerasan di atas: kekerasan 1 menyebabkan terjadinya kekerasan 2, kekerasan 2 menyebabkan terjadinya kekerasan 3, dst. Jika hal ini tidak dihentikan kita yakini akan terjadi perang yang amat besar.

Mungkin kasih mengajarkan kepada Ibu tersebut untuk mengalahkan kejahatan dengan kasih. Seorang Ibu yang mulai menyadari bahwa kejahatan tidak mungkin dikalahkan dengan kejahatan namun harus dikalahkan dengan kasih, mulai merubah sikap dengan meminta maaf kepada anaknya atas kekerasan 1 dan kekerasan 3 yang Ibu lakukan dan mengajak anaknya bersama-sama saling menerima apa adanya dengan sikap saling memahami satu sama lain.

Kita para guru harus kenal betul hukum kasih dan sadar benar terhadap implementasinya di kehidupan sehari-hari bersama siswa.  Jika hukum kasih diterapkan dengan pola kerja otak kiri yang cerdas saya yakin para siswa dan orang tua akan merasakan perbedaan yangluar biasa antara sekolah kita dengan sekolah lain.

b. Bekerja dengan otak kanan yang penuh kasih

Diantara kita sering melihat satu fakta dan data bersama-sama namun hasil penglihatan kita berbeda. Akibatnya terjadi perdebatan hebat dalam proses saling mempertahankan obyektifitas hasil penglihatan kita.

Perlu diingat bahwa tidak ada orang yang mampu melihat data dan fakta secara obyektif. Data dan fakta yang masuk ke limbik kita tidak diberi makna oleh otak kanan kita yang dipengaruhi pengalaman masa lalu kita, kepentingan kita, keyakinan dan lain-lain.

Faktanya sering kita menganggap hasil penglihatan kita obyektif sehingga kita tidak mau menerima perbedaan diantara kita.

Yakinlah kata-kata bijak: “jangan menganggap dirimu lebih penting”; “jangan melihat debu di mata orang lain, keluarkan dahulu balok di kelopak matamu”.

Progta, Promes, Kisi-kisi, Kartu Soal TIK

Mapel Teknologi Informasi & Komunikasi

No. Nama Mapel Download
1 Kartu soal TIK X Smt 1 Klik
2 Kartu soal TIK XI Smt 1 Klik
3 Kartu soal TIK XII Smt 1 Klik
4 Kisi kisi TIK X Smt 1 Klik
5 Kisi kisi TIK XI Smt 1 Klik
6 Kisi kisi TIK XII Smt 1 Klik
7 Soal TIK X Smt 1 Klik
8 Soal TIK XI Smt 1 Klik
9 Soal TIK XII Smt 1 Klik
10 Progta/Promes TIK Klik
11 Silabus TIK Klik
12 Soal TIK XI Smt 1 Klik
13 Soal TIK XII Smt 1 Klik

Lomba PTK Guru Se-Yayasan PSAK Semarang

HASIL EVALUASI

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

YAYASAN PSAK SEMARANG

TAHUN PELAJARAN 2009/2010

No. PENELITI UNIT KERJA JUDUL PENELITIAN KETR.
1 Andreas Joko Hardiyanto SD Masehi PSAK Poncol Peningkatan kemampuan menghafal alat indera manusia melalui pendekatan kontruktivisme dengan media mind mapping siswa kelas IV SD Masehi PSAK Poncol. B
2 Suparno SD Kristen Bandarjo Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Upaya meningkatkan pemahaman terhadap materi mencari objek dalam peta mata pelajaran IPS melalui metode demonstrasi dengan media atlas pada siswa Kelas VI SD Kristen Bandarjo Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. B
3 Drs.Chriswinoto SMP Masehi 2 PSAK Kota Semarang. Teknik Inquiry Mind Want to Know untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PKn Kompetensi Dasar Upaya menghargai penegakan Hak Asasi Manusia di Kelas VII A Semester II SMP Masehi 2 PSAK Kota Semarang. C
4 Dra.Bekti Rahayu SMP Masehi 2 PSAK Semarang. Peningkatan kemampuan menulis kalimat melalui metode latihan pada siswa Kelas VIII SMP Masehi 2 PSAK Semarang. C
5 Pradani Sri Widayanti,S.Pd. SMP Masehi 2 PSAK Semarang Menerapkan Model Pembelajaran Cooperetive Learning Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada pokok bahasan Luas Permukaan Bangun Ruang Sisi Lengkung untuk meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas IX B SMP Masehi 2 PSAK Semarang. C
6 Drs.Sugeng Riyadi SMP Masehi 2 PSAK Semarang Penggunaan Metode Analitik untuk mengatasi masalah salah konsep dalam pembelajaran sejarah Kelas VIII B SMP Masehi 2 PSAK Semarang . C
7 Retna Setyani Susilawati, S.Pd. SMP Masehi 2 PSAK Semarang Penerapan model pembelajaran Cooperative Learning Tipe Think Pair Share untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Masehi 2 PSAK dalam pokok bahasan Faktorisasi Suku Aljabar. C
8 Dra.Dwi Windarti SMP Masehi 2 PSAK Semarang Meningkatkan Hasil Belajar PKn melalui teknik pemberian tugas pekerjaan rumah bagi siswa kelas VIII B SMP Masehi 2 PSAK Semarang. C
9 Galih Mahendra,S.Kom. SMP Masehi 2 PSAK Semarang Penggunaan Media Power Point untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari jaringan internet di Kelas IX SMP masehi 2 PSAK Semarang. C
10 Anton Satraia Prabuan SMP Masehi 2 PSAK Semarang File tidak terbaca.
11 Sekti Rahayuningtyas,S.Pd. SMP Masehi PSAK Ungaran Menerapkan pembelajaran bermain peran pada konsep pembelajaran Aritmetika Sosial sederhana untuk meningkatkan kemampuan bertanya siswa Kelas VII SMP Masehi PSAK Ungaran. B
12 Dra.Shofia Tri Satyawati SMP Masehi PSAK Ungaran Inquiry – Discovery Learning Berdimensi Reflektif untuk meningkatkan kualitas belajar siswa dan konsep Sosialisasi dalam pembelajaran IPS Sosiologi Kelas VII SMP masehi PSAK Ungaran. B
13 Agung Kurniadi,S.Si. SMA Masehi 1 PSAK Meningkatkan minat dan aktivitas belajar siswa Kelas X SMA Masehi 1 Semarang melalui metode Pembelajaran Eksperimen. C
14 Joedhi Kristianto SMA Masehi 1 PSAK Upaya peningkatan hasil belajar Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) melalui pemberian tugas pekerjaan rumah melalui E-Mahezone Blog bagi siswa Kelas X-2 SMA Masehi 1 PSAK Semarang. B
15 Martha Aniek Sukarni,S.Th. SMA Masehi 1 PSAK Meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran Agama Kristen menggunakan Metode Mind Map pada siswa Kelas X-2 SMA Masehi 1 PSAK Semarang. B
16 Dra.Siswati Retnaningtyas. SMA Masehi 1 PSAK Meningkatkan Kemampuan menulis puisi modern menggunakan majas metafora dan ketajaman indera melalui latihan bertahap dan koreksi bersama pada siswa Kelas XII IS 3 SMA Masehi 1 PSAK Semarang. B
17 Dra.Sri Kristiani SMA Masehi 1 PSAK Pembelajaran Kooperatif Jigsaw untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran PKn Persamaan Kedudukan warga negara di Kelas X-1 SMA masehi 1 PSAK semarang. B
18 Synthia Veronica,S.Pi. SMA Masehi 1 PSAK Peningkatan pemahaman konsep dan aktivitas siswa pada mapel Biologi Materi Keanekaragahan hayati untuk siswa Kelas X-4 SMA Masehi 1 PSAK Semarang melalui Model Role Playing. B
19 Dra.Widyantari SMA Masehi 1 PSAK Penggunaan teknik penilaian portofolio untuk meningkatkan pemahaman siswa Kelas X-2 SMA Masehi 1 PSAK terhadap mater Pendapatan Nasional. B
20 Dra. A. Jolana Renee Solarsesain SMA Masehi 1 PSAK Penerapan Model pembelajaran Group Investigation untuk meningkatkan penguasaan materi Lihtosfera dan Pedosfera Kelas X-1 SMA Masehi 1 PSAK Semarang. B
21 Katarina Sri Julijanti, S.Pd. SMA Masehi 1 PSAK Semarang Meningkatkan pemahaman siswa pada materi perilaku menyimpang dengan menggunakan metode jigsaw pada mata pelajaran sosiologi Kelas X SMA Masehi 1 PSAK Semarang. B
22 Sih Nuryati, S.Pd.NIP. 196207141985012001 SMP Masehi 1 PSAK Semarang Mengoptimalkan pembelajaran Cooperative Learning Tutor sebaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX B   SMP Masehi 1 PSAK Semarang tentang Statistik. B
23 Farida Sidharyatni,S.Pd. SMA Masehi 1 PSAK Semarang Upaya penanggulangan siswa pencemooh pada siswa Kelas XI IS 2 SMA Masehi 1 PSAK Semarang melalui layanan bimbingan kelompok. B
24 Debora Christianawati,S.Pd. SMA Masehi 2 PSAK Upaya peningkatan kemampuan berbicara Bahasa Inggris melalui Diskusi Berbasis Cooperative Learning pada Siswa Kelas XII Ilmu Alam SMA Masehi 2 PSAK Semarang. B
25 Eunike Sulistyo hargarin,S.Th. SMA Masehi 2 PSAK Peningkatan sikap kritis siswa dalam menyikapi gaya hidup modern melalui metode Cooperative Learning model Investigasi Kelompok pada Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Masehi 2 PSAK Semarang. B
26 Gathot Suwarno, Am.Pd SMA Masehi 2 PSAK Penggunaan Media LCD Dalam Meningkatkan Pemahaman                             Konsep   Pergerakan Nasional Indonesia Pada Siswa Kelas XI IPS1                            SMA Masehi 2 PSAK Semarang. C
27 Drs.Hartono,M.M. SMA Masehi 2 PSAK Upaya Meningkatkan aktifitas Belajar Bimbingan dan  Konseling dengan  metode Bimbingan Kelompok pada siswa kelas XI IS SMA Masehi 2 PSAK Semarang. B
28 Dra Kristiani Berty Prasetyowati SMA Masehi 2 PSAK Peningkatan aktivitas dan hasil belajar kimia siswa Kelas XI IPA SMA Masehi 2 PSAK dengan pendekatan pembelajaran berorientasi kontekstual. B
29 Magdalena Widyastutik,S.Pd. SMA Masehi 2 PSAK Meningkatkan pemahaman konsep impuls dan momentum melalui praktikum berbasis inkuiri dan penerapan peta konsep pada siswa Kelas XI IA SMA masehi 2 PSAK Semarang. B
30 Drs.Mardi Budoyo SMA Masehi 2 PSAK Dengan menggunakan  alat  Multi  Media  minat  berlajar  siswa Kelas  XI  IPS  SMA Masehi 2 PSAK Semarang  meningkat. C
31 Rini Soessiyanti,S.S. SMA Masehi 2 PSAK Meningkatkan keterampilan menulis deskripsi melalui strategi Raulette Writing pada siswa Kelas XA SMA Masehi 2 PSAK Semarang. B
32 Sri Mulyaningsih SMA Masehi 2 PSAK Meningkatkan pemahaman konsep tumbuhan melalui pendekatan keterampilan proses pada siswa Kelas X SMA Masehi 2 PSAK Semarang. B
33 Dra. Sri Purwati SMA Masehi 2 PSAK Meningkatkan pemahaman konsep perilaku konsumen dengan menerapkan pembelajaran bermain peran pada Kelas X SMA masehi 2 PSAK Semarang. C
34 Anis Crisna Warastuti, S.Pd. SMA Masehi 3 PSAK Meningkatkan ketuntasan belajar pada materi matriks pelajaran matematika Kelas XII IPS SMA Masehi 3 PSAK Semarang dengan metode Portofolio. B
35 Drs. Catur Widi Suargo SMA Masehi 3 PSAK Upaya meningkatkan minat belajar melalui layanan bimbingan kelompok pada siswa Kelas XI IPA SMA Masehi 3 PSAK Semarang. B
36 Dewi Sektiasih, S.Pd SMA Masehi 3 PSAK Memanfaatkan metode debat secara formal untuk mengoptimalkan pemahaman Biologi Kesehatan Reproduksi pada siswa Kelas XI Ilmu Alam SMA Masehi 3 PSAK Semarang. B
37 FX. Triyanto SW SMA Masehi 3 PSAK Penerapan Model MAKE A MATCHdalam pembelajarn Geografi

untuk menganalisis minat dan pemahaman konsep

siswa kelas XII Ilmu Sosial

SMA MASEHI 3 PSAK Semarang.

B
38 Gunawan Pr, S.Pd, S.Th SMA Masehi 3 PSAK Penggunaan Media Facebook sebagai sarana meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengemukakan pendapat pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di Kelas X A SMA Masehi 3 PSAK th. 2009/2010 B
39 SMA Masehi 3 PSAK Lari jarak jauh 2,4 km untuk meningkatkan kebugaran jasmani  terhadap siswa kelas x SMA Masehi 3 PSAK Semarang. C
40 Ermi Krisakti Indraningtyas, S.Pd SMA Masehi 3 PSAK Peningkatan productive Skills pada pembelajaran Conversation melalui metode belajar Inquiry Learning Di Kelas XI IPA SMA masehi 3 PSAK Semarang B
41 Ratih Asmoro Sari, S.Pd. SMA Masehi 3 PSAK Pembelajaran Menggunakan Peta Konsep Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Gerak Pada Pelajaran Fisika Kelas X SMA Masehi 3 PSAK Semarang. B
42 Suciatiningsih SMA Masehi 3 PSAK Penerapan strategi pembelajaran berbasis tugas untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XII  IPS 1 SMA Masehi 3 PSAK Semarang Tahun Pelajaran 2009/2010. C
43 Wahyu Pujiono, S.Kom SMA Masehi 3 PSAK Media Interaktif Online untuk meningkatkan pemahaman dan kreativitas siswa dalam pembelajaran TIK Kelas XI IPS SMA masehi 3 PSAK Semarang. C
44 Yekti Nusantorowati, S.Pd SMA Masehi 3 PSAK Penerapan pembelajaran praktikum berbasis Problem Based Instruction untuk meningkatkan pemahaman konsep koloid bidang studi Kimia pada siswa Kelas XI Ilmu Alam SMA masehi 3 PSAK Semarang. B
45 Esther Hariyanti, S.Pd SMK Masehi PSAK Ambarawa Mengatasi Kurangnya Konsep pemahaman operasi bilangan real pada siswa Kelas XI PMS di SMK Masehi PSAK Ambarawa. C
46 Kristianingsih, S.Pd. SMK Masehi PSAK Ambarawa Peningkatan keterampilan menulis kalimat efektif melalui latihan bertahap dan koreksi bersama pada siswa kelas X Akuntansi SMK Masehi PSAK Ambaearawa tahun Pelajaran 2009/2010. C
47 Linuwih,S.Pd. SMK Masehi PSAK Ambarawa Peningkatan motivasi belajar dan pemahaman menggambar grafik daerah penyelesaian melalui pembelajaran program linier berbantuan program komputer di Kelas X Administrasi perkantoran SMK Masehi PSAK Ambarawa Tahun Pelajaran 2009/2010. C
48 Yovita Mumpuni Hartarini,S.Pd. SMP Masehi 2 PSAK Semarang Upaya peningkatankemampuan siswa untuk mengungkapkan makna dalam monolog pendek berbentuk Descriptive melalui metode Exchanging Viewpoint di Kelas VII B SMP masehi 2 PSAK Semarang. B
49 Drs. Yosua Koiman SMK Masehi PSAK Ambarawa Meningkatkan Minat Belajar Siswa Melalui Media Cetak ( LKS )  dalam Mata Pelajaran Menyiapkan Surat Pemberitahuan Pajakdi SMK Masehi PSAK Ambarawa. C
50 Lydia Karsini,S.Pd. SMK Masehi PSAK Ambarawa Pengatasan rendahnya aktivitas siswa kelas X B di SMA Masehi PSAK Ambarawa dalam penulisan stenografi kompetensi kejuruan membuat dokumen. C
51 Katarina Sri Julianti,S.Pd. Meningkatkan pemahaman siswa pada materi perilaku Menyimpang dengan menggunakan metode jigsaw pada mata pelajaran Sosiologi Kelas X SMA Masehi 1 PSAK Semarang. B
52 Drs.Agus Kisworo SMK Masehi PSAK Ambarawa Penggunaan metode role playing sebagai upaya menguatkan otot kaki dalam belajar lompat jangkit di Kelas II AP SMK Masehi Ambarawa. B
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.